Selasa, 05 Maret 2019

SOAL

  1. tuliskan 3 definisi tentang manajemen peserta didik dua dari  ahli satu definisi dari diri sendiri?
  2. bagaimna proses pengelolaan pendaftaran siswa baru yang baik menurut anda?
  3. bagaiman cara membangun disiplin siswa?
  4. bagaimna pelaksanaan manajemen siswa di indonesia dan bandingkan dengan dunia internasional? 

JAWAB:

  1. Pengertian Manajemen Pendidikan secara umum adalah suatu proses perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan, dalam mengelola segala sumber daya yang berupa manusia, uang, material, metode, mesin, market, waktu, dan informasi, untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dalam bidang pendidikan

       Mulyasa (2002:19)
         Pengertian manajemen pendidikan menurut Mulyasa adalah segala sesuatu yang berkenaan                 dengan pengollan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan             jangka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.
       H. A. R Tilaar (2001:4)
        Pengertian manajemen pendidikan menurut H.A.R Tilaar adalah suatu kegiatan yang                            mengimplementasikan perencanaan atau rencana pendidikan
        menurut saya: manajemen pendidikan adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan proses                  pendidikan untuk tujuan-tujuan dan sistem yang bersangkutan untuk mencapai kenginan untuk            manajemen pendidikan
2. Menentukan panitia. Mnentukan syarat-syarat panitia. Mengadakan pengumuman, menyiapkan soal-soal tes untuk seleksi dan menyiapkan tempatnya. Melaksanakan penyaringan melalui tes tertulis Maupin lisan. Mengadakan pengumuman penerimaan. Mendaftar kembali siswa yang diterima. Melaporkan hasil pekerjaan kepada kepala sekolah.
Pedoman-pedoman atau peraturan yang berhubungan dengan penerimaan siswa baru antara lain :
  1. Masalah waktu meliputi :
a.       Kapan pendaftaran siswa baru di mulai dan di akhiri.
b.      Kapan tes selesai di laksanakan.
c.       Kapan hasil tes di umumkan.
  1. Masalah persyaratan meliputi :
a.       Besarnya uang pendaftaran.
b.      Nilai rata-rata rapot yang bias di terima.
c.       STTB/Ijazah yang di sahkan oleh yang berwenang.
d.      Pas foto (selain penentuan jumlah juga penentuan ukuran).
  1. Proses penerimaan siswa baru meliputi ;
a.       Ujian tes lisan maupun tertulis.
b.      Penelusuran bakat dan kemampuan siswa.
c.       Berdasarkan hasil UN (ujian akhir sekoalh).
  1. MOS (masa orientasi siswa) meliputi :
a.       Perkenalan dengan guru dan staf sekolah.
b.      Perkenalan dengan siswa lama dan pengurus OSIS.
c.       Penjelasan tentang tat tertib sekolah.
d.      Mengenal dan meninjau fasilitas-fasilitas sekolah.
Adpun fungsi dari orientasi peserta didik adalah
Bagi peserta didik sebagai wahana untuk menyatakan dirinya dalam konteks keseluruan lingkungan sosialnya, bagi personalia sekolah dan tenaga kependidikan dengan mengetahui siapa peserta didik barunya akan dapat di jadikan sebagai titik tolak dalam memberikan layanan yang mereka butuhkan. Bagi peserta didik senior, akan mengetahui lebih dalam mengenai peserta didik penerusnya di sekolah tersebut.
3. 1. Guru hendaknya bisa menjadi contoh dalam berdisiplin, misalnya tepat waktu. Siswa tidak akan memiliki disiplin manakala melihat gurunya sendiri juga tidak disiplin. Guru harus menghindari kebiasaan masuk menggunakan jam karet, molor dan selalu terlambat masuk kelas. 
2. Memberlakukan peraturan tata tertib yang jelas dan tegas, sehingga mudah untuk diikuti dan mampu menciptakan suasana kondusif untuk belajar 
3. Secara konsisten para guru terus mensosialisasikan kepada siswa tentang pentingnya disiplin dalam belajar untuk dapat mencapai hasil optimal, melalui pembinaan dan yang lebih penting lagi melalui keteladanan.
4. Manajemen Pendidikan Indonesia
Pada awal abad XXI ini, dunia pendidikan di Indonesia menghadapi tiga tantangan besar. Tantanganpertama, sebagai akibat dari krisis ekonomi, dunia pendidikan dituntut untuk dapat mempertahankan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai. Kedua, untuk mengantisipasi era global dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar kerja global. Ketiga, sejalan dengan diberlakukannya otonomi daerah, perlu dilakukan perubahan dan penyesuaian sistem pendidikan nasional sehingga dapat mewujudkan proses pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keberagaman kebutuhan/keadaan daerah dan peserta didik, serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat.
Pada saat ini pendidikan nasional juga masih dihadapkan pada beberapa permasalahan yang menonjol (1) masih rendahnya pemerataan memperoleh pendidikan; (2) masih rendahnya kualitas dan relevansi pendidikan; dan (3) masih lemahnya manajemen pendidikan, di samping belum terwujudnya kemandirian dan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan akademisi. Ketimpangan pemerataan pendidikan juga terjadi antarwilayah geografis yaitu antara perkotaan dan perdesaan, serta antara kawasan timur Indonesia (KTI) dan kawasan barat Indonesia (KBI), dan antartingkat pendapatan penduduk ataupun antargender.
Kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Hal tersebut tercermin, antara lain, dari hasil studi kemampuan membaca untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) yang dilaksanakan oleh organisasi International Educational Achievement (IEA) yang menunjukkan bahwa siswa SD di Indonesia berada pada urutan ke-38 dari 39 negara peserta studi. Sementara untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), studi untuk kemampuan matematika siswa SLTP di Indonesia hanya berada pada urutan ke-39 dari 42 negara, dan untuk kemampuan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) hanya berada pada urutan ke-40 dari 42 negara peserta.
Secara teoritis seperti diungkapkan oleh Tilaar ada beberapa alasan mengenai pendidikan di Indonesia. Pertama, Masyarakat dan bangsa kita dalam ancang-ancang memasuki tahap pembangunan nasional yang penting yaitu pembangunan nasional jangka panjang kedua.
Alasan.  KeduaTilaar konsen pada pendidikan saat ini ialah pengamatan dia mengenai perkembangan dunia pendidikan nsional dewasa ini yang semakin membutuhkan suatu manajemen atau npengelolaan yang semakin baik.

Perbandingan Pendidikan di Perancis dan Indonesia
       Membandingkan pendidikan di Perancis dengan Indonesia dapat diasosiasikan dengan membandingkan pendidikan di negara maju dengan negara berkembang.  Ada beberapa kriteria pendidikan di negara maju dan di negara berkembang yang telah terlaksana selama ini, yaitu :

Hubungan antara program kependidikan di lembaga- lembaga kependidikan dengan dunia kerja,
·     Persiapan menghadapi masa peralihan dari masa sekolah ke masa kerja serta masa hidup bermasyarakat,
·     Pendidikan seumur hidup,
·     Perluasan fasilitas dan pelayanan kependidikan dalam menghadapi hambatan ekonomi,
·     Penyediaan tenaga guru yang lebih bermutu untuk mempersiapkan anak didik menghadapi masyarakat masa depan yang semakin kompleks,
·     Pemerataan dan efektivitas  pendidikan,
·     Sumber daya alam telah dimanfaatkan secara optimal oleh negara,